Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto

Semut adalah, Semua serangga semua suku Formicidae. Bangsa Hymenoptera. Dan semut memiliki dari 12.000 jenis (Spesies), Dan sebagian besar hidup di kawasan Tropika. Sebagian besar semut di kenal sebagai serangga Sosial. Dengan koloni dan dan Sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. Dan anggota koloni terbgi menjadi semut pekerja, Semut pejantan, Dan ratu semut. Di mungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat mengusai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan mereka. Koloni semut terkadang di sebut (Superorganisme) Karena Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, Semut termasuk hewan terkuat di Dunia. Karena semut jantan mampu menopang beban dengan berat 50 kali dari berat badanyasendiri. Bisa di bandingkan dengan Gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali badanya sendiri, Semut tersebut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badanya sendiri.

Nah, Langsung saja ke inti artikel Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto. Semut rangrang adalah serangga eusosial atau (Sosial sejati)Dan kehidupan koloninya sangat bergantung pada keberadaan pohon atau (arboreal) Mereka membuat sarang yang terbuat dari Lembar-lembar daun yang Mula-mula saling di rekatkan oleh Semut-semut Pekerja. Lalu di perkuat dengan sutra yang dikeluarkan oleh Larva Nya.

Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto


Di dalam sarang dapat di temukan Ratu semut yang berwarna hijau muda Kemerah-merahan. Dn ribuan semut pekerja yang berukuran besar (Yang di sebut Maksima). Dan yang berukuran kecil di sebut (Minima). Pekerja maksima bertugas untuk mencari Pakan, Mempertahankan dan mengelola sarang, Dan memperbesar koloni, Sedangkan pekerja minima bertugas mengasuh Semut-semut muda Dan sekaligus beternak Serangga-serangga Simbion. Misalnya, Kutu perisai, Perilaku beternak tersebut sering mengkuatirkan para petani, Karena hal ini berarti juga memelihara (Hama potensial) Pada tanaman Budidaya.

Semut Rangrang tidak mengumpulkan pakan dalam sarangnya, Tetapi mendapatkan pakan dengan cara memerah cairan manis dari Kutu-kutuan atau larva Kupu-kupu (Lycaenid) Kemudian membagikanya pada larva dalam sarangnya. Semut Rangrang di kenal dengan koloni dan Sarang-sarngnya yang teratur, Yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis-jenis semut terbagi menjadi semut prajurit semut pekerja, Semut pejantan, dan ratu semut.

Satu koloni dapat menguasai dan memakai suatu daerah yang luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut terkadang di sebut (Superorganisme) Karena Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. Dengan cara memulai Budidaya kroto antara lain yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut ini.

Yang pertama mempersiapkan Mental, Mempersiapkan mental akan mempengaruhi proses beternak kroto berkenaan dengan berhasil kelak di kemudian hari, Secara garis besar setelah mental dan pola fikir dengan memulai melakukan Hal-hal seperti berikut di bawah ini.

1. Persiapan tempat/kandang ternak tangkar.
2. Mempersiapkan peralatan.
3. Berburu semut Rangrang.
4. Karantina.
5. Pemindahan ke kandang tangkar.
6. Pemeliharaan.
7. Menikmati hasil.

1. Persiapan Tempat.

Mempersiapkan tempat untuk beternak kroto, Menangkarkan semut Rangrang sebenarnya tidak begitu susah, Tetapi perlu anda ingat, Ada beberapa hal yang perlu anda hindarkan seperti berikut di bawah ini.

A. Jangan terkena sinar matahari secara Terus-menerus, Dalam hal seperti ini butuh atap apabila di Alam bebas.

B. Usahakan tempat yang teduh, Bersih dan media tidak bersentuhan langsung dengan perabotan, dan yang lain nya.

C. Usahakan rak tempat media ternak tangkar lebih dari satu (Jangan satu rak di pakai untuk banyak koloni yang banyak pengambilanya berbeda tempat, (Untuk meminimalisir berantem sesama semut).

D. Jauhkan dari jangkauan Anak-anak.

E. Tempat ternak tangkar bukan area lalu lintas penghuni rumah (Dekat kamar mandi, Dapur, Dan tempat yang lainya).

F. Bersihkan tempat dari semut merah Kecil-kecil atau serangga pengganggu yang lainya.

G. Jangan di lakukan satu toples satu nampan untuk mengisolir semut (Agar Hemat, gunakan rak dengan kaki utama saja yang di beri nampan/Kaleng bekas Susu wadah serupa).

H. Jika anda modalkan alangkah lebih baik buat rak model lemari yang bersaf atau bertingkat seukuran toples/wadah yang anda pakai jarak tingkat satu dengan tingkat yang lain. Yang lebih utama ada penutup seperti lemari, Jadi anda bisa memberi suasana yang gelap dan terang pada laskar kroto anda. Apa penyebab harus ada suasana terang dan gelap?... Terindikasi semut Rangrang dalam perkembangbiakan lebih menyukai tempat yang gelap, (Berkurang cahaya untuk persembunyian kroto) Di samping itu juga Insting alami untuk berlindung.       

2. Cara membuat/Mempersiapkan Rak

Rak di dalam beternak rangrang penghasil kroto sangat vital Perananya, Jika kita tidak mempertimbangkanya sebelum membuat kan berpengaruh dalam perjalanan proses penangkaran. Sangat jelas ada pengaruhnya, Kita ambil contoh kecil pada awal beternak Jika Asal-asalan Membuat atau menyediakan Rak.

Misalnya, Rak anda hanya sebuah papan yang hanya di topang batu, Kemudian di letakkan diatas nampan yang sudah di beri air, Apakah betul Rak anda tersebut dapat anda pakai untuk mengisolir laskar semut anda yang mencapai ribuan/Puluhan ribu personil. Tetapi apakah anda menyadari apabila terjadi kelalaian/Human Error kecil saja dapat berakibat Fatal. Contohnya, Anda lagi mengamati prolaku si Semut, Tidak anda sadari sebelumnya ada satu yang menggigit anda dan reflek tangan anda bersinggungan dengan Papan (Prakkk) Bisa anda bayangkan apakah yang terjadi selanjutnya..! Pasti tumpah kelantai dan berserakan ribuan Semut. Dan anda [asti repot untuk mengembalikan kepada keadaan yang semula lagi. Semut Rangrang sangat takut jika bersentuhan dengan abu gosok sisa pembakaran kayu/sekam.   

3. Persiapan Kandang Ternak Tanggkar

Membahas persiapan kandang ternak tangkar. Persiapan rak atau media dan fungsi serta kegunaanya sama dengan Rak. Bisa berupa lemari yang di modifikasi, Bisa juga rak terbuat dari plat besi/stainless steel yang ada di jual di Toko-toko bahan bangunan terdekat, Bisa juga dengan barang bekas rumah tangga seperti bale Bambu Tempat Tidur.

Jangan anda terpaku dengan pada Kualitas/tingkat mewah mutu rak yang di pakai, Perhitungkan juga kuantitas dari segi hitungan orang bisnis. Buat apa rak bagus, Yang terbuat dari Stainless steel Kalau hasil perbulananya dari penjualan kroto tidak dapat menengembalikan modal utama anda. Apakah lebih baik memakai bale bambu yang kusam, Tetapi tingkat kekokohan menopang ribuan bahkan ratusan ribu laskar kroto Terjamin. Dan menghasilkan Rupiah perbulanya.

Tempat kandang ternak tangkar, Kandang ternak tangkar dalam hal ini, Ruangan yang kita pakai/Kegunaan untuk mengisolir laskar kroto terebut. Bisa berupa ruangan yang telah jadi atau yang telah ada. Yang menyatu dengan rumah utama tempat tinggal anda. (Misal, Kamar kosong) Atau di buat sendi di belakang dan di samping rumah anda. Silahkan saja mana yang menurut anda baik dan aman pastinya. Karena ruangan yang kita pakai harus memenuhi Kriteria Sebagai berikut.

1. Bukan area lalu lintas penghuni rumah : Biar tingkat ketenangan para laskar semut kita aman dan terjaga. Intinya tempat ruangan ternak tangkar tersebut (Bukan area lalu lintas) Seperti : Dekat kamar mandi, Di dapur yang rutinitas keseharian yang selalu kita di lewati, Karena insting semut rangrang sangat peka dengan suara, (Mereka tidak mau terganggu dan di ganggu).

   
2. Bersih : Dalam hal ini bersih yang di maksut sirkulasi udara serta pancaran sinar matahari bisa masuk di ruangan. Bersih, Dalam hal ini sirkulasi udara bai keluar masuknya, jadi kalau di dalam ruangan haruslah ada jendelanya. Karena semut rangrang sangat menyukai udara yang bersih.

3. Terlindung dari terik matahari secara lansung, Juga terlingdung dari guyuran air hujan, Dalan hal ini membutuhkan atap jika di luar ruangan Rumah. Dan harus terlindung dari panas matahari secara lansung juga terhindar dari terpaan air hujan. Maka di butuhkan atap bagi anda yang sengaja meletakkan kandang ternak di luar ruangan rumah.

Masalah atap juga tidak harus terbuat dari bahan-bahan mewah sepeti Genting, Seng, Asbes, Dan yang lainya. Untuk anda yang di luar pulau jawa sepengetahuan saya dan yang telah tergabung di (LKP) Laskar kroto pakai atap yang terbuat dari daun nipah/daun sagu.

4. Kalau kandang di dalam ruangan rumah harus ada jendelanya.

5. Tidak ada perabot yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau oleh semut.

Tidak ada perabotan yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau semut. Karena akan di pakai semut untuk melarikan diri, Minimal jarak 1 jengkal atau lebih, Kalau terpaksa anda campur dengan gudang Barang-barang. Ingat semut rangrang adalah binatang pintar yang bisa melakukan bunuh diri sebahagian untuk menyelamatkan banyak Teman-temannya yang lain. Dan dapat juga membuat jembatan dengan sistem bergelantungan mengait satu dengan yang lainya.

6. Jauhkan Dari Kebisingan/Keributan Dan jangkauan Anak-anak.

Jangan terlalu Kebisingan/Keributan, Misalkan di sebelah kandang ternak ruangan anda, Kemudian anda memutar muik secara keras, Sangat berpengaruh di proses adaptasi serta perkembangan semut tangkaran anda. Bagi yang mempunyai si kecil, Tolong jangan sampai si kecil masuk ke ruangan tampa pantauan anda, Saya tidak menjelaskan akibatnya, Cuma, Anda akan di buat sibuk Apabila si kecil menumpahkan satu toples saja.

Cara budidaya Klangrang dengan media bambu diatas kolam. Potong bambu sepanjang 40 cm Dan satukan dengan beberapa potong bambu dengan kayu , Lalu letakkan bambu tersebut pada sebuah rak diatas kolam supaya semut tidak dapat keluar/bepergian.Kolam berfungsi juga agar semut tidak terganggu oleh semutsemut hitam atau sejenis serangga lainya. Kemudian pindahkan bibit semut klangrang bersama ratunya kedalam Bambu. Pakan : Berupa Tulang-tulang hewan, Bangkai, Serangga.

7. Tambahkan air gula, Karena Semut-semut sangat membutuhkan Rasa-rasa yang manis

Cara budidaya kroto dengan media toples plastik tempat roti. Di beberapa toples besar berdiameter 3 cm, Dan tatakan pot berdiameter lebih dari 30 cm, Lakban plastik, Lubangi toples pada bagian bawah di tengah dengan diameter 3 cm, Dan masukkan bibit klangrang dari alam dengan cara terbalik. Lalu masukkan dari bawah ke atas melalui lubang bagian bawah, Dan klangrang akan mencari tempat yang tinggi. Setelah masuk, Balikkan toples lakban tutupnya agar tidak lepas, Kemudian tempatkan toples pada tatakan pot yang telah di beri air. Dan beri pemberat pada toples agar tidak mengapung.

Berburu Semut Rangrang

Jikalau tempat atau kandang ternak tangkar telah siap dan tersedia, Dan pengganti rak juga telah tersedia, Peralatan untuk memulai beternak semut rangrang penghasil kroto sudah ada. Dan tinggal anda berburu semut rangrang cs di alam raya. Karena bibit yang untuk kita terenak/tangkarkan gratis telah di sediakan oleh tuhan semesta alam di alam terkembang ini, Di dalam hal seperti ini, Bisa juga di bilang hal dapat membuat kita merasa Was-was. Di sini lain keinginan kita kuat sekali untuk memulai ternak.

Sebelum kita lanjutkan mari kita pahami dulu ulasan semut rangrang berikut ini :

Semut rangrang di kenal dengan koloni dan Sarang-sarangnya yang sangat teratur. Yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis-jenis semut di bagi menjadi semut prajurit, Semut pekerja, Semut pejantan, Dan Ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah yang luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut terkadang di sebut juga Superorganisme Di karenakan Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Mungkin anda telah bisa mencerna makksut dari ulasan yang diatas, bisa membedakan antara koloni dengan sarang. Hal ini perlu kita luruskan di postingan kali ini karena seringkali sobat berbeda presepsi. Yang kurang benar dalam mengartikan arti sarang dengan arti koloni di dalam dunia persemutan.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya  http://blogspot.com/2013/06/cara-mudah-dan-teknik-lengkap-budidaya.html 
Read More..

Jumat, 06 Desember 2013

Budidaya Buah Kedondong

Budidaya Kedondong - Budidaya Petani. Untuk budidaya kedondong ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pada kesempatan ini blog budidaya petani mencoba menampilkan tentang Budidaya Buah Kedondong. Berikut Artikel tentang Budidaya Kedondong tersebut.

Buah Kedondong setiap daerah berbeda - beda namanya misalnya di  Indonesia & Malaysia namanya kedondong, di Filipina namanya hevi, kalau gway di Myanmar, mokah di Kamboja, kook kvaan di Laos, makak farang di Thailand, dan kalau di Vietnam namanya coc . Tanaman kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara dan telah tersebar ke seluruh daerah tropis.
Jenis-jenis kedondong unggul yang banyak ditanam oleh petani antara lain kedondong karimunjawa, kedondong bangkok, dan kedondong kendeng. Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran besar. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun. Bentuk buahnya lonjong dengan berat 0,7-1 kg/buah.
Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar, tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai, jeli, dan sari buah. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. Kedondong mentah banyak digunakan untuk rujak, dan acar. Daun mudanya yang dikukus dapat digunakan sebagai lalapan. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang, tidak dapat digunakan kayu pertukangan, tetapi kadang-kadang dibuat perahu. Ada juga yang memanfaatkan sebagai obat dari buah, daun, dan kulit batangnya, dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok, kulit perih, dan luka bakar. Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air, 0,5-0,8 gram protein, 0,3-1,8 gram lemak, 8-10,5 gram sukrosa, 0,85- 3,60 gram serat. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi; buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. [baca juga tentang manfaat buah kedondong bagi kesehatan]
Daerah penanaman kedondong banyak ditanam di Asia Tenggara. Di Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara, Jawa Tengah).
Untuk syarat tumbuh pohon kedondong dapat dilihat di artikel Budidaya Petani yang berjudul " Syarat Tumbuh Pohon Kedondong "

Persyaratan benih antara lain :
  • Benih Kedondong berasal dari tanaman induk yang sehat.
  • Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan.
  • Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa.
  • Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat tahan terhadap keadaan lingkungan.
Penyiapan Benih
  • Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan vegetatif. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji. Biji dapat terjadi dari penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang. Oleh karena itu benih yang berasal dari biji, setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda. Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk memperbanyak tanaman kedondong. Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok, stek batang atau dengan okulasi sambungan. Benih biasanya tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif.
Teknik Penyemaian Benih
  • Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus. Tempat pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan, setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. Pemindahannya dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak. Benih disemai pada waktu 2-3 minggu sebelum tanam.
Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
  • Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari. Penyiraman menggunakan gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah pesemaian. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu dijarangi. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah.
Pemindahan Bibit
  • Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan. Waktu pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk. Setelah bibit dipindahkan dapat dilakukan penyiraman.
Persiapan Pengolahan Media Tanam
  • Sebelum membuka kebun, harus direncanakan dahulu. Kondisi tanah seperti halnya pH tanah perlu diukur dahulu dengan menggunakan pH-tester. Dengan mengetahui pH tanah maka dapat diketahui apakah tanah perlu pengapuran atau tidak. Selain pH tanah, perlu juga dilakukan analisis tanah dengan mengamati jenis tanah dan kesuburannya. Apabila tanah kurang subur maka perlu dilakukan pemupukan awal. Pemupukan awal biasanya dengan menggunakan pupuk kandang. Penetapan waktu penanaman juga sangat penting, untuk tanaman kedondong diusahakan ditanam pada awal musim hujan. Kemudian melakukan pengukuran luas areal penanaman sehingga dapat diketahui kebutuhan benih yang akan ditanam. Tanaman kedondong dapat berbuah lebat dan tajuknya menyebar sehingga jarak tanam antar pohon juga harus lebar. Produksi untuk setiap pohon bisa bermacam-macam tergantung jenis/varietas kedondong yang ditanam.
Pembukaan Lahan
  • Supaya tanaman kedondong tumbuh subur, maka hendaklah seluruh kebun dibajak atau dicangkul. Biayanya memang cukup banyak, tetapi biaya ini tidak akan sia-sia dibandingkan dengan hasil kebun yang akan didapat. Bagi tanah yang kurang baik pembuangan airnya, hendaklah dibuat saluran-saluran pembuangan air, umpamanya bagi tanah yang rendah, padat, dan sebagainya.
Pembentukan Bedengan
  • Pada umumnya penanaman kedondong tidak perlu menggunakan bedengan-bedengan. Akan tetapi, bila lahan sering digenangi air maka pembuatan bedengan sangat diperlukan.
Pengapuran
  • Kondisi pH tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan tanaman kedondong. Untuk manaikkan pH tanah maka perlu dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang diberikan biasa adalah dolomit. Mengenai jumlah kapur yang diberikan disesuaikan dengan besarnya keasaman tanah. Cara pengapuran dilakukan dengan penaburan pada waktu setelah pembajakan atau pada waktu pembuatan lubang tanam (diberikan untuk setiap lubang).
Pemupukan
  • Pada tanah yang kurang subur akibat kandungan humus hanya sedikit, atau tanah itu padat, maka hendaklah tanah tersebut ditanami pupuk hijau terlebih dahulu. Tanaman yang ditanam sebagai pupuk adalah tanaman yang dapat mengahasilkan unsur hara nitrogen (N) dan unsur-unsur hara lainnya yang sangat diperlukan tanaman kedondong. Pemakaian pupuk kimia seperti urea, TSP, ZA dan lainnya juga dapat diberikan dengan dosis yang sesuai. Pemupukan dilakukan pada setiap lubang tanam pada waktu pembuatan lubang.
Pemasangan Ajir
  • Setelah tanah selesai dikerjakan, maka mulailah dipasang ajir pada tempat-tempat yang akan ditanami pohon kedondong. Kegunaan ajir tersebut ialah agar bibit pohon yang ditanam dapat berjajar dengan teratur.
Penentuan Pola Tanam
  • Jarak tanam untuk tanaman kedondong adalah 7,5-12 m. Jarak tanam untuk tanaman kedondong memang harus cukup lebar, sebab tanaman ini memiliki tajuk yang menyebar. Pola tanam ada dua macam, yaitu secara bujur sangkar atau segitiga. Menurut aturan bujur sangkar, pohon ditanam pada tiap-tiap sudut bujur sangkar, sedangkan menurut aturan segi tiga kedua pohon ditanam pada tiap-tiap sudut segi tiga. Supaya kita dapat memasang dengan baik, maka digunakanlah alat yang dianamakan square atau boleh juga dipakai hoekspiegel. Kalau kedua alat tersebut tidak ada, dapatlah dibuat alat sendiri.
Pembuatan Lubang Tanam
  • Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon kedondong, lubang harus dibuat terlebih dahulu di tempat ajir-ajir yang sudah dipasang. Ukurannya 1 X 1 X 0,50 m atau 1,80 X 0,80 X 0,50 m pada kebun yang telah dibajak atau dicangkul. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggali lapisan tanah atas dan dinaikkan ke depan atau kanan kiri lubang. Kemudian tanah lapisan bawah digali dan dinaikkan ke belakang atau diratakan disekitar, maksudnya agar tanah bawah itu tidak bercampur dengan tanah disekitarnya. Pada permulaan musim penghujan, lebih kurang 15-30 hari sebelum menanam, lubang-lubang tanaman harus sudah selesai ditutup. Tutup lubang sekali-kali tidak boleh dipadatkan, biarkan saja supaya turun sendiri. Waktu menutup lubang, tanah galian dari lapisan bawah sedapat mungkin jangan dikembalikan. Untuk menutup, pakailah lapisan atas dan tanah di sekelilingnya. Akan lebih baik lagi kalau tanah itu dicampur dengan pupuk organis dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air, maka hal itu membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar, sehingga perlu dibuat saluran-saluran pembuangan lagi. Lubang tanam tidak perlu dibuat terlalu dalam, sebab akan berakibat akar pohon itu terlalu dalam masuk ke dalam tanah dan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas menjadi kurang.
Cara Penanaman Pohon Kedondong
  • Waktu terbaik untuk menanam pohon kedondong ialah pada permulaan musim hujan, sebab selama musim hujan akan tumbuh banyak akar, sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air. Bibit yang berasal dari pesemaian lebih baik dari pada yang berupa stump, sebab lekas tumbuh dan tidak mudah dihinggapi penyakit. Bibit yang berasal dari semai, sebelum ditanam polybagnya (dari keranjang bambu) harus dibuang; bila tidak maka akan mudah untuk menjadi sarang rayap dan akar-akarnya terganggu menembusnya. Pada waktu menanam, batas akar dengan batang harus setinggi permukaan tanah. Apabila tidak hujan maka hendaklah disiram tiap-tiap hari selama 1 minggu.
Penjarangan dan Penyulaman.
  • Pohon yang terlihat lambat pertumbuhannya dapat disulam dan digantikan bibit yang baru dan sehat. Penyulaman dilakukan pada 1-2 minggu setelah tanam. Penyulaman dilakukan dengan menggali tanah disekelilingnya dan mencabutnya kemudian tanah bekas lubang tanam dibiarkan lagi seperti halnya ketika sebelum penanaman dilakukan.
Penyiangan Tanaman Kedondong
  • Penyiangan dilakukan setelah pohon berumur 2-4 minggu setelah tanam. Gulma yang ada di sekeliling tanaman muda segera di cabut sampai akar-akarnya dan dapat dimasukkan dalam lubang khusus untuk dibuat kompos. Pencabutan harus hati-hati jangan sampai merusak akar pohon kedondong.
Pembubunan
  • Pembubunan jarang dilakukan karena pohon kedondong ditanam cukup dalam sehingga akar tidak terlihat dipermukaan. Pembubunan dapat dilakukan apabila musim hujan yang lebat sehingga air melimpah, tanah dapat dinaikkan ke sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang.
Perempalan
  • Bagi pohon yang hanya untuk sementara ditanam, lebih baik kalau tidak dirempal atau hanya sedikit yang dirempal, supaya lekas berbuah. Tetapi bagi tanaman untuk jangka panjang, haruslah diadakan perempalan beberapa kali, supaya pohon menjadi kuat dan bagus bentuknya. Pada saat pohon kedondong berbuah, sekali-kali jangan dilakukan perempalan. Tujuan perempalan adalah untuk membentuk pohon, pemeliharan, dan untuk mempermuda pohon. Perempalan dahan yang besar hendaklah dilakukan dengan hati-hati; jagalah agar dahan tersebut jangan sampai pecah. Luka bekas perempalan harus dilicinkan dengan pisau, kemudian dilumasi dengan parafin supaya jangan kemasukan air atau dihinggapi cendawan.
Pemupukan
  • Jika pohon ditanami pohon yang tetap, maka hanya tanah sekeliling pohon yang dipupuk. Tetapi jika tanah yang terluang diantara pohon-pohon tersebut juga ditanami dengan tanaman sela, maka tanah kebun itu harus dipupuk seluruhnya, setelah setahun ditanami. Cara memupuk pohon kedondong yang tetap adalah dengan menyebar pupuk di tanah sekeliling pohon itu. Luas lingkaran itu adalah sebesar lingkaran mahkota daun. Lebih baik kalau lingkaran pupuk itu lebih besar daripada lingkaran mahkota daun, sebab biasanya akar-akar yang mencari makanan, panjangnya sampai melampaui lingkaran mahkota daun. Untuk pupuk kandang lebih baik dibuat lubang sekeliling pohon dengan ukuran 40x40x30 cm. Pupuk dimasukkan ke dalamnya dan kemudian ditutup kembali. Untuk menjaga agar akar pohon tidak rusak, sebaiknya digali lubang yang mengelilingi pohon kearah luar (sejajar akar pohon). Macam pupuk yang baik bagi pohon buah-buahan ialah pupuk organis. Pupuk organis dapat berupa pupuk kandang, kompos, sampah, pupuk hijau. Penggunaan pupuk kimia dianjurkan jenis N : P2O5 : K2O = 2: 1: 1 untuk tanah yang subur, sedangkan untuk tanah yang kurus perbandingannya ialah 1: 2: 2
Pengairan dan Penyiraman
  • Pengairan dilakukan pada saat musim kemarau. Apabila pengairannya sulit maka dapat dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau menggunakan penyedot diesel bila lokasi pengambilan air agak sulit.
Waktu Penyemprotan Pestisida
  • Penggunaan pestisida harus hati-hati sebab salah-salah dapat membuat serangga yang menguntungkan akan ikut mati. Penyemprotan dilakukan pada pagi buta (pagi sekali) ketika udara masih tenang dan serangga-serangga yang menguntungkan belum datang seperti halnya lebah.
Pengurangan Buah
  • Buah yang terlalu lebat dapat menurunkan kualitas buah itu sendiri. Selain buahnya akan berukuran kecil-kecil tetapi juga bentuknya akan jelek dan dahan-dahannya mudah patah. Sehingga penjarangan buah perlu dilakukan pada waktu bunga menjadi buah, hendaknya sudah mulai dilakukan penjarangan. Pertama-tama buah yang sakit dan rusak dibuang, kemudian yang dipandang perlu saja. Buah yang akan dibuang digunting tangkainya dengan gunting kecil atau dirompes (diuntir) dengan tangan.
Hama Tanaman Kedondong
  • Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf.). Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna berwarna putih, kepala dan perut berwarna merah-cerah. Panjang ulat sekitar 60 mm, dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai bergerombol pada daun. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap sekitar 75 mm. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara berderet pada tepi daun atau cabang. Pengendalian: secara alami populasinya dan penyemprotan insektisida.
  • Kumbang (Podontia affinis Grond.). Ciri: kumbang berukuran besar, dengan kaki berwarna kuning. Sayapnya dengan 8 bintik gelap, panjang 10-12 mm. Pupa berada dalam tanah. Dewasanya bila terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah. Telur berukuran 1,6 mm yang diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. Betina hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir. Perkembangannya 38-42 hari. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus podontiae.  Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan insektisida.
Penyakit Tanaman Kedondong
  • Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya. Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora), Fusarium, Diplodia, Gloeosporium, Phoma, dll yang disebabkan oleh cendawan, bakteri atau virus. Penyakit biasanya menyerang bagian daun, buah, dan batang. Pengendalian: menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur belerang.
Gulma
  • Alang-alang, rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman sering mengganggu pertumbuhan. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida.
Ciri dan Umur Buah Kedondong Siap Panen
  • Buah kedondong siap panen ialah yang sudah masak dengan warna hijau kekuningan dan berukuran cukup besar. Buahnya matang setelah 6-8 bulan setelah bunga mekar. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika buah masih segar.
Cara Panen
  • Dalam pemanenan haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah. Untuk pohon kedondong pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon dan memasukkan buah yang dipetik ke dalam keranjang. Dan kalau terlalu jauh letaknya dapat mempergunakan galah yang ujungnya diberi jaring. Buah dipetik dan dimasukkan ke dalam keranjang yang alasnya diberi sabut atau lumut. Memanen buah haruslah dipegang dalam telapak tangan, tidak di antara ujung jari. Sebab jika buah terkena kuku dapat rusak; apalagi kalau jari-jarinya berkuku panjang.
Periode Panen
  • Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matang, sedangkan yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. Dengan cara ini buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar. Pemanenan dapat dilakukan pada bulan Januari-April karena pembungaan biasanya pada bulan Juli -Agustus.
Prakiraan Produksi
  • Buah kedondong pada jenis karimunjawa beratnya dapat mencapai 1 kg. Sehingga perkiraan produksi dalam satiap pohon dapat dihitung dengan rata-rata banyaknya buah per pohon per hektar. Perhitungannnya kadang-kadang tidak merata untuk setiap pohon, karena perbedaan jenis juga akan berbeda pula ukuran buahnya dan jumlah buah yang dihasilkan.
Pengumpulan Buah Pasca Panen
  • Setelah dipetik buah dikumpulkan dalam keranjang kemudian setelah keranjang penuh dapat dikumpulkan pada tempat yang beralas daun-daun pisang atau alas lain. Pengumpulan dilakukan di tempat yang teduh sehingga buah tetap terjaga kesegarannya. Dalam mengumpulkan buah harus hati-hati jangan terlalu kasar sehingga buah tidak memar atau luka. Sebab kalau luka akan cepat membusuk.
Penyortiran dan Penggolongan Buah
  • Setelah dikumpulkan kemudian buah disortir dan kemudian digolongkan menurut kematangan dan ukuran buahnya. Buah yang bagus akan dikirik kepada penjual besar (supermarket), sedangkan buah yang kecil untuk pasar lokal. Buah yang akan dikirim jauh, sebaiknya buah yang belum kelihatan masak, karena jika sudah masak akan terjadi pembusukan setelah sampai di tempat pengiriman. Buah yang masak sebaiknya langsung dikonsumsi.
Penyimpanan Buah Kedondong
  • Buah kedondong dapat disimpan ditempat yang dingin dengan menggunakan alat pendingin. Pendinginan dapat mengawetkan buah sampai beberapa minggu. Tempat penyimpanan harus bersih dan buah yang akan disimpan juga dicuci terlebih dahulu sampai bersih betul.
Pengemasan dan Pengangkutan Buah Kedondong
  • Setelah penyortiran, langkah selanjutnya ialah buah kedondong dikemas dengan dimasukkan ke dalam karung goni khusus yang berlubang atau dikemas dengan bok kardus atau juga dengan kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat terhindar dari benturan langsung dengan benda keras lain. Setelah dikemas kemudian diangkut dengan alat transportasi.
Pengemasan Buah Kedondong
  • Pengemasan buah kedondong dalam peti kayu, berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg, susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat, atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara, susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain :
  1. Nama barang.
  2. Jenis mutu.
  3. Nama/kode perusahaan/eksportir.
  4. Berat bersih.
  5. Produksi Indonesia.
  6. Tempat/negara tujuan. 
Demikian artikel tentang Budidaya Kedondong , semoga bermanfaat. 

baca juga artikel tentan  
Cara Budidaya Anggur
Budidaya Buah Kedondong
    Read More..

    Minggu, 17 November 2013

    BUDIDAYA BAWANG MERAH

    "panduan-budidaya-tanaman-bawang-merah-pupuk-organik-nasa-poc-nasa-hormonik-supernasa-power-nutrition-natural-nusantara-cara-pemesanan-distributor-pestisida-organik"Bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Agar sukses budidaya bawang merah kita dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko) di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. Memperhatikan hal tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu penyelesaian permasalahan tersebut. Salah satunya dengan peningkatan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K - 3 ), sehingga petani dapat berkarya dan berkompetisi di era perdagangan bebas.

    A. PRA TANAM

    1. Syarat Tumbuh
    Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5.6 - 6.5, ketinggian 0-400 mdpl, kelembaban 50-70 %, suhu 25-320 C

    2. Pengolahan Tanah

    • Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2.
    • Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu).
    • Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm.
    • Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
    • Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.
    • Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan.
    3. Pupuk Dasar
    Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah. Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

    Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 10 botol/1000 m2 dengan cara :

    1. Alternatif 1 : 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
    2. Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan Super Nasa untuk menyiram 5-10 meter bedengan. Biarkan selama 5 - 7 hari

    4. Pemilihan Bibit

    • Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.
    • Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)
    • Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)



    B. FASE TANAM
    1. Jarak Tanam
    Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok
    Pada Musim Hujan 20 x 15 cm varietas Tiron

    2. Cara Tanam
    Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air )
    Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam NASA
    Simpan selama 2 hari sebelum tanam
    Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.

    C. AWAL PERTUMBUHAN ( 0 - 10 HST )
    1. Pengamatan Hama
    Waspadai hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua atau S. litura), telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.

    Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan VIREXI atau VITURA . Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut /kalung hitam di leher, dikendalikan dengan VIREXI.

    Ulat tanah . Ulat ini berwarna coklat-hitam. Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulan ulat pada senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA.
    Penyakit yang harus diwaspadai pada awal pertumbuhan adalah penyakit layu Fusarium. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan menguningnya daun bawang, selanjutnya tanaman layu dengan cepat (Jawa : ngoler). Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar di tempat yang jauh. Preventif kendalikan dengan GLIO.

    2. Penyiangan dan Pembumbunan
    Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang

    Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di sekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (di Brebes disebut melem).

    3. Pemupukan pemeliharaan/susulan
    Dosis pemupukan bervariasi tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.

    Pemupukan dilakukan 2 kali
    ( dosis per 1000 m2 ) :

    • 2 minggu : 5-9 kg Urea+10-20 kg ZA+10-14 kg KCl
    • 4 minggu : 3-7 kg Urea+ 7-15 kg ZA+12-17 kg KCl
    Campur secara merata ketiga jenis pupuk tersebut dan aplikasikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Pada saat pemberian jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar dan terganggu pertumbuhannya.
    Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 diberikan pada umur ± 2 minggu.

    4. Pengairan
    Pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %
    Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah
    Tinggi permukaan air pada saluran ( canal ) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman

    D. FASE VEGETATIF ( 11- 35 HST )
    1. Pengamatan Hama dan Penyakit
    Hama Ulat bawang, S. litura dan S. exigua
    Thrips, mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan BVR atau PESTONA.

    Penyakit Bercak Ungu atau Trotol, disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. Preventif dengan penebaran GLIO.

    Penyakit Antraknose atau Otomotis, disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak (istilah Brebes: otomatis). Jika ada gejala, tanaman terserang segera dicabut dibakar dan dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan GLIO

    Penyakit oleh virus.

    • Gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.
    Busuk umbi oleh bakteri.
    • Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.
    • Busuk umbi/ leher batang oleh jamur.
    • Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek (atur drainase).
    • Untuk pencegahan hama-penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan Bawang-bawangan. PESTISIDA Kimia digunakan sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama-penyakit.
    2. Pengelolaan Tanaman
    • Penyiangan kedua dilakukan pada umur
    • 30-35 HST dilanjutkan pendagiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak.
    • Penyemprotan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/ tangki (dicampurkan dengan NASA).
    • Pengairan, penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan Thrips dan ada hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.
    E. PEMBENTUKAN UMBI ( 36 - 50HST )
    Pada fase pengamatan HPT sama seperti fase Vegetatif, yang perlu diperhatikan adalah pengairannya. Butuh air yang banyak pada musim kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.

    F. PEMATANGAN UMBI ( 51- 65 HST )
    Pada fase ini tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.

    G. PANEN DAN PACA PANEN
    1. Panen
    • 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah pemanenan pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70 - 90 hari.
    • Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek.
    • Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (Jawa : dipocong).
    2. Pasca Panen
    • Penjemuran dengan alas anyaman bambu (Jawa : gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 89 85 % baru disimpan di gudang.
    • Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-290C kelembaban 70-80%, sanitasi gudang.

    Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar danSupernasa Granule Modern.

    Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modernjuga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.

    Lihat dan silahkan dibuktikan untuk mengetahui bagaimana keunggulan produk baru ini. Pelajari produk Greenstar dan Supernasa Granule Modern di blog Produk Nasa.


    Pemesanan Produk Natural Nusantara (NASA)
    Hubungi segera INTI GROW - Distributor Resmi PT Natural Nusantara
    Jl. Wahid Hasyim No. 63 B Yogyakarta
    Telp : (0274) 389986, 4546304
    Layanan konsultasi dan order :



    081226523400, 085876267040
    www.nasajogja.com

    Cara Pemesanan Produk :
    1.        SMS/Telp 081226523400  untuk konfirmasi Pemesanan.
    2.        Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
    3.        Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui BCA 4450965338 a/n Abror Yudi Prabowo atau MANDIRI 1370006554766 a/n Abror Yudi Prabowo .
    4.        Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 081226523400
    Read More..