Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 Desember 2013
40 Manipulasi pada uang kertas pencucian 1
Info uang kuno kali ini akan membahas artikel yang sangat menarik. Suatu artikel yang sangat sensitif dan tidak pernah dibahas di website manapun. Saya berharap semoga info uang kuno ini bisa mencerahkan dan menyadarkan kita bahwa bagi orang-orang tertentu, agar barang dagangannya mendapatkan harga terbaik maka rela melakukan tindakan-tindakan manipulasi. Apa bentuk manipulasi yang dilakukan? Mari kita bahas bersama.
Dalam membeli uang kertas kuno tentu sedapat mungkin kita akan berusaha mencari yang berkondisi terbaik, kalau bisa yang UNC, tetapi kalau keadaan tidak memungkinkan, cukup yang AU atau EF saja. Masalahnya, apakah barang yang kita beli benar-benar berkondisi sebaik yang diharapkan? Apakah mungkin kita mendapatkan barang yang seolah-olah berkondisi baik tetapi ternyata tidaklah demikian? Apakah ada metode-metode tertentu yang dapat membuat uang kertas menjadi tampak lebih bagus? Jawabannya adalah: ADA.
Banyak sekali metode tertentu yang dapat membuat uang kertas seolah-olah menjadi tampak lebih bagus, satu diantaranya yang paling sering dilakukan dan paling sulit dikenali adalah tehnik pencucian.
Pencucian uang kertas dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara tradisional yaitu merendam dalam larutan sabun atau pemutih (cara basah) sampai cara modern dengan menggunakan larutan pembersih khusus yang bisa didapatkan di toko2 kimia atau toko penjual uang kuno di dalam maupun di luar negeri (cara kering). Tidak seperti cara basah yang meninggalkan bau khas pemutih, larutan pembersih modern tidak berbau, tidak berwarna dan dapat menghilangkan hampir semua noda termasuk noda tropis, noda coretan (pena, tinta) bahkan sampai ke noda akibat karat. Uang menjadi bersih, mulus, sedap dipandang dan sudah barang tentu akan menaikkan harga jual. Tetapi pernahkah kita berpikir: Kalau noda-noda saja dapat dihilangkan, bagaimana dengan nasib kertasnya? Apakah benar-benar tidak terpengaruh? Apalagi bila kita simpan selama puluhan tahun. Sudah saatnya kita sedikit kritis dan meningkatkan ilmu kita masing-masing agar tidak membeli barang2 yang telah dimanipulasi.
Saya tidak mengajarkan cara melakukan pencucian karena saya sendiri tidak paham dan tidak pernah melakukannya, tetapi akan saya tampilkan gambar-gambar dari uang yang telah dilakukan tindakan pencucian, mari kita belajar bersama.
Ada penjual yang memiliki 2 lembar uang federal 2,5 gulden 1948, kedua-duanya berkondisi sangat baik, tanpa tekuk maupun noda.
Uang yang sebelah kiri (serial #c/15) memiliki warna yang lebih terang dengan kertas yang lebih putih dibandingkan yang sebelah kanan yang terlihat agak suram dan tropis. Bila kedua-duanya berkondisi UNC, dan dijual dengan harga sama maka sudah tentu 100% anda akan memilih yang sebelah kiri. Pertanyaannya : sudah benarkah pilihan anda?
Mari kita amati uang sebelah kiri dengan lebih baik lagi, tampak mulus, putih dengan warna sangat terang, apalagi kertasnya tebal dan tidak berbau apapun, tidak ada noda atau kotoran sedikitpun, benar-benar barang pilihan. Membuat hati menjadi lebih yakin bahwa uang tersebut benar-benar orisinal dan dengan senang hati akan anda beli untuk disimpan di dalam album.
Singkat cerita, karena kena rayuan dan dikasih diskon oleh si penjual maka anda membeli kedua2nya. Anda bawa pulang kedua uang tersebut dengan hati gembira dan berpikir untuk segera menyimpan yang sebelah kiri dan menjual yang sebelah kanan di web lelang yang sekarang sudah marak ditemukan untuk mendapatkan sedikit untung. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan dari kita melakukan tindakan seperti ini bukan?
Sesampainya di rumah, sebelum anda memasukkan ke web lelang, iseng2 anda membuka website www.blogger.com dan membaca artikel tentang pengaman ultra violet. Anda tertarik dan berpikiran apakah yang akan terlihat kalau kedua uang tersebut disinari sinar UV. Maka anda cepat2 membeli sebuah lampu UV dan menyinari kedua uang tersebut. Mari kita lihat hasilnya.....
Uang sebelah kanan yang rencananya akan dijual, di bawah lampu UV tampak tidak bercahaya sama sekali. Wajar pikir anda, uang kertas jaman Belanda mana ada yang berpendar di bawah sinar UV, tehnologinya belum sampai....
Sekarang anda mengambil uang yang satunya, lalu meletakkannya di bawah lampu UV, apa yang terjadi....?
Loh... kenapa uang ini berpendar dan bercahaya? Hanya ada sebagian kecil saja yang tidak bercahaya yaitu di sisi kanan di atas angka 2,5 nya..... Kenapa demikian? Karena anda bingung maka kedua2nya anda letakkan di bawah lampu UV :
Dengan jelas anda bisa melihat perbedaan antara kedua uang tersebut, yang sebelah kiri, yang anda anggap lebih bagus, lebih bersih, dan akan menghiasi album anda ternyata memiliki warna yang tidak sesuai dengan yang satunya. Dengan terburu-buru anda mengambil semua uang2 lainnya dari album anda, menghadapkannya satu demi satu di bawah lampu UV dan dengan sangat terkejut anda mendapatkan bahwa banyak sekali uang-uang milik anda yang berpendar di bawah lampu tersebut.
Anda bingung dan bertanya-tanya, yang manakah yang benar? Yang berpendar atau yang tidak? Sebenarnya pertanyaan tersebut sudah anda ketahui sendiri jawabannya, yang berpendar justru adalah yang tidak benar. Semua uang kertas yang telah dicuci dengan bahan kimia (cara kering) menyebabkan warna berpendar di bawah lampu UV. Mari kita lihat contoh-contoh lainnya :
Coen 10 gulden yang seakan-akan berkondisi sangat baik, bagaimana rupanya bila dilihat di bawah sinar UV?
Beginilah jadinya, penuh dengan bercak yang ditinggalkan oleh bahan kimia pembersih.
Sudirman 5000 rupiah 1968, bandingkan antara yang atas dengan yang bawah. Sudah pasti yang atas lebih bagus bukan? Tetapi setelah dilihat di bawah sinar UV justru yang atas yang telah dimanipulasi.
Gambar Sudirman 5000 yang atas, penuh dengan bercak-bercak sisa bahan kimia.
Mari kita ambil 2 lembar buaya 50 rupiah 1957 yang keduanya UNC dan berurutan nomor serinya. Kita hadapkan keduanya di bawah lampu UV :
Uang yang atas berpendar sedangkan yang bawah tidak. Bandingkan bila dilihat secara langsung, tidak ada bedanya bukan? Apalagi keduanya berurutan nomornya.
2 lembar buaya 50 rupiah 1957, UNC dan urut nomor. Ternyata salah satunya telah mengalami proses pembersihan.
Dengan cepat anda mengambil selembar pecahan 500 rupiah seri kebudayaan 1952, anda hadapkan di bawah lampu UV, inilah hasilnya :
Bandingkan bila dilihat langsung, sungguh tidak ada yang menyangka kalau uang yang mulus tersebut juga telah di manipulasi.
Pecahan 500 rupiah 1952 yang berkondisi sangat baik
Sekarang kita ambil pecahan 500 rupiah seri bunga 1959, kebetulan anda memiliki 2 lembar, anda hadapkan pada lampu UV....
2 lembar pecahan bunga 500 rupiah 1959, salah satunya tampak berpendar di bawah lampu UV seperti pada gambar di bawah, tahukah anda uang yang bagian atas atau yang bawah?
Tampak sisa bahan kimia pembersih pada pecahan 500 bunga tersebut.
Anda ambil lagi 2 lembar kebudayaan 25 rupiah 1952, kedua2nya anda hadapkan di bawah lampu UV, kira2 yang mana yang sudah melalui proses pembersihan?
Setelah keduanya dihadapkan di bawah lampu UV, ternyata kedua2nya sudah pernah diproses....
Lalu anda ambil uang kuno simpanan anda, wayang 10 gulden urut nomor UNC! Pasti tidak mungkin dimanipulasi..... Mari kita lihat buktinya.
Wayang 10 gulden UNC dan urut nomor
Setelah dilihat di bawah lampu UV ternyata walaupun sedikit, uang bagian atas tidak lepas juga dari cairan pembersih.
Dengan kecewa anda mengambil lagi selembar uang simpanan anda yaitu wayang 5 gulden yang menurut si penjual berkondisi super UNC, anda hadapkan di bawah lampu UV dan........
Wayang 5 gulden super UNC
Ternyata lebih parah lagi, selain penuh bekas bahan kimia terlihat juga bekas lipatan di bagian tengah yang tidak kelihatan pada inspeksi dengan mata telanjang. Rupanya lipatan tersebut telah di press dengan sangat rapi. Sekali lagi anda tertipu........
Anda kumpulkan uang-uang yang telah dimanipulasi tersebut, ternyata jumlahnya sangat banyak dan hampir seluruh album anda menjadi kosong.
Begitu banyaknya uang-uang kertas yang telah di cuci
Anda bingung dan kecewa, lalu untuk menutup kerugian, anda masukkan di web lelang atau anda jual lagi ke teman-teman lainnya, tentu saja anda tidak perlu menjelaskan kalau uang tersebut pernah dibersihkan, toh bukan anda yang melakukan. Peduli amat dengan orang lain, yang penting adalah diri anda sendiri.
Demikian cerita tentang pencucian uang kertas yang sudah merambah kesemua sisi, bukan hanya uang-uang umum saja yang terkena tetapi juga uang-uang langka. Semua barang yang ditampilkan disini adalah milik saya pribadi, yang baru saja saya seleksi dengan lampu UV. Begitu banyak uang kuno milik saya yang sudah saya simpan bertahun-tahun ternyata sudah dimanipulasi dan baru saya sadari beberapa hari yang lalu. Sudah barang tentu uang-uang tersebut tidak akan pernah saya jual kembali. Bagaimana dengan milik anda? Apa yang akan anda lakukan? Tetap disimpan dengan penuh kekecewaan, atau menjualnya secara diam-diam? Atau menjualnya kembali dengan berterus terang disertai kemungkinan timbulnya kerugian yang tidak sedikit? Pilihannya terserah hati nurani anda sendiri.
Karena itu mulai lelang uang kuno 9 dan seterusnya, semua materi akan saya periksa sendiri melalui pemeriksaan UV. Jaminan keaslian kondisi, bebas manipulasi dan grading yang ketat akan menjadikan lelang uang kuno 9 tetap memiliki kualitas teratas.
Contoh uang yang telah di cuci dengan cara basah dan telah saya simpan selama belasan tahun. Kertas menjadi lemas, warna memudar dan sedikit demi sedikit menjadi hancur menjadi serpihan-serpihan seperti yang tampak di bagian bawah. Selain itu uang juga menempel pada album plastik sehingga meninggalkan bekas keputihan dengan bau yang sampai saat ini masih menyengat. Saya mendapatkan uang ini sekitar tahun 1999 dengan kondisi tidak separah gambar di atas.
Artikel ini bukan bertujuan untuk mendeskreditkan siapapun, tetapi agar kita menjadi lebih waspada dalam membeli. Jangan sampai barang2 yang telah kita kumpulkan dengan susah payah ternyata merupakan barang yang tidak orisinal. Dan kepada para pelaku pencucian uang, janganlah kalian melakukannya lagi. Selain menipu, perbuatan tersebut juga merusak keaslian uang, cepat atau lambat uang-uang yang terkena bahan kimia tersebut akan rusak dan akhirnya hancur.
Ada bentuk-bentuk manipulasi lainnya seperti trimming yang seringkali dilakukan pada uang-uang berukuran besar, termasuk uang langka pecahan besar seperti wayang dan JP Coen. Tentu akan kita bahas pada kesempatan lain.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, hati-hatilah dalam membeli dan bekalilah diri anda dengan ilmu yang cukup sehingga tidak mudah tertipu.
Salam numismatik
Jakarta 29 April 2010
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com
Sumber : koleksi pribadi
Selasa, 03 Desember 2013
Meraup uang dengan Menanam Melon
)
BUDIDAYA MELON (Cucumis melo L.)
BUDIDAYA MELON (Cucumis melo L.)PENDAHULUAN
Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.
PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produktivitas melon secara Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian lingkungan ( Aspek K-3 ).
II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-300C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.
2.2. Media Tanam
Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Pembuatan Media Semai
- Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan + 1 minggu di tempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
- Campurkan tanah halus (diayak) 2 bagian/2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian/1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandan
3.1.2. Teknik Penyemaian dan pemeliharaan Bibit
- Rendam benih dalam 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 tutup POC NASA selama 8-12 jam lalu diperam + 48 jam. Selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditu
- Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7-9 hari dengan dosis 1,0-1,5 cc/liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
- Bibit melon yang sudah berdaun 4-5 helai atau tanaman melon telah berusia 10-12 hari dapat dipindahtanamkan dengan cara kantong plastik polibag dibuka hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedengan
3.2. Pengolahan Media Tanam
3.2.1. Pembukaan Lahan
Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan.
3.2.2. Pembentukan Bedengan
Panjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 30-50 cm; lebar bedengan 100-110 cm; dan lebar parit 55-65 cm.
3.2.3. Pengapuran
Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
3.2.4. Pemupukan Dasar
- pupuk kandang = 4-5 ton/ha
- pupuk Urea = 12 gr/pohon
- pupuk SP-36 = 20 gr/pohon
- Pupuk KCl = 8 gr/pohon
- POC NASA = 30-60 ttp/1000 m2 + air secukupnya dan siramkan
Hasil akan lebih baik jika pada pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.
3.2.5. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2 kemasan per 1000 m2
3.2.6. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam.
3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pembuatan Lubang Tanam
Diameter lubang + 10 cm, jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga.
3.3.2. Cara Penanaman
Bibit siap tanam dipindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampai rusak saat menyobek polibag.
3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari.
3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma/ rumput liar.
3.4.3. Perempelan
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
3.4.4. Pemupukan
dosis pupuk makro (gr/pohon) :
umur 10 hari : Urea = 12, SP-36 = 12, KCl = 10
umur 20 hari : Urea = 12, SP-36 = 12, KCl = 10
umur 30 hari : Urea = 12, SP-36 = 8, KCl = 12
umur 40 hari : Urea = 12, SP-36 = 8, KCl = 20
Dosis POC NASA (mulai umur 1-6 atau 7 minggu) :
ALternatif I : 6-7 kali (interval 1 minggu sekali) dosis 4 ttp botol/tangki
Alternatif II : 4 kali (interval 2 minggu) dosis 6 ttp botol/tangki
3.4.5. Penggunaan Hormonik
Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-5 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali.
3.4.6. Penyiraman
Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.
3.4.7. Pemeliharaan Lain
a. Pemasangan Ajir
Ajir dipasang sesudah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir + 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah + 2-3 kg. Tempat ditancapkannya ajir + 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya.
b. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.
3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian: (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama; (2) semprot Pestona atau Natural BVR.
b. Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR.
3.5.2. Penyakit
a. Layu Bakteri
Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Pengendalian: penggunaan Natural GLIO sebelum tanam.
b. Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. (3) gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan.
Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
3.5.3. Gulma
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.
3.6. Panen
3.6.1. Ciri dan Umur Panen
a. Tanda/Ciri Penampilan Tanaman Siap Panen
1. Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
2. Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
3. Warna kulit hijau kekuningan.
b. Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
c. Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.
3.6.2. Cara Panen
a. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
b. Tangkai dipotong berbentuk huruf "T" , maksudnya agar tangkai buah utuh.
c. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
d. Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.
3.6.3. Penyimpanan
Buah melon tidak boleh ditumpuk, yang belum terangkut disimpan dalam gudang. Buah ditata rapi dengan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan harus bersih, kering dan bebas dari hama (kecoa, tikus dll). Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal). Buah yang mulai busuk harus di jauhkan dari tempat penyimpanan
Langganan:
Postingan (Atom)